Friday, March 24, 2017

Saya Perempuan Hebat. Kamu Juga.

Friday, March 24, 2017
Hari ini kebetulan di timeline FB saya dan di salah satu grup WA yang cukup aktif share macam2. Tentang perempuan.

Yang di FB share dari grup entah apa yang bilang kalau ibu hebat itu yang bisa kasih asi ekslusif, bayi yang hebat itu bayi yang ASI ekslusif. Pakai nanya, apakah kamu ibu hebat dengan bayi hebat bukan? :D

Biasa aja sih ya kali.. Cuma yang share di timeline saya kayanya lagi baper, jadi pengen bawa pedang bawaannya katanya kalo ada yang ngomongin beginian. Termasuk yang tidak berejeki ASI ekslusif rupanya. Tapi emang siapa yang bisa bilang dia ga hebat?

Lalu di grup WA tentang ibu yang melahirkan normal mampu merasakan berapa puluh kali lipat sakit yang bisa ditanggung orang biasa. Ibu yang susah payah sakit melahirkan adalah perempuan hebat mulia yang harus dihormati anak-anaknya.

Ehm.. yang ngelahirinnya sesar apa kabar? Yang adopsi tapi cinta bner sama anaknya gimana? Masa ga layak dan harus juga buat dihormati?

Lebih dari itu, yang ga kesebut oleh banyak status2 dan artikel motivasi yang suka dishare adalah perempuan yang belum berjodoh. Ga menikah. Atau sudah menikah tapi ga berejeki punya anak, boro2 melahirkan dengan cara apapun. Perempuan-perempuan yang pilihan hidupnya jarang ada yang bilang "hebat".

Pelabelan yang menyebalkan. Kadang kalau lagi baca artikel-artikel begini dan merasa masih jauh sama diri sendiri suka down ga? Karena kayanya kok jadi orang ga hebat amat... Sifat dan sikap yang keren-keren kok ga ngena di diri sendiri sih?

Dulu... iya dulu... Dulu saya suka merasa rendah diri. Dibalik eksterior yang keliatannya toa banget, ketawa-ketawa doang, atau justru over emotional, saya suka rendah diri. Merasa belum jadi apa-apa. Ga punya prestasi gimana-gimana. Jadi istri biasa-biasa aja. Perempuan biasa ga ada lebih lebihnya.

Tapi sekarang sudah terlalu cape dan malas buat merasa rendah diri. Padahal masih perempuan biasa. Masih belum berprestasi yang uwow gimana. Masih berusaha jadi ibu dan istri yang baik buat keluarga. But I can say I'm happy being mediocre. Life's hard, but it's good. Everything's fine.

Kenapa selalu sibuk menyebut perempuan atau istri atau ibu yang hebat itu yang gimana?

Kenapa ga bicara soal yang bahagia? Perempuan atau istri atau ibu yang bahagia, yang kriterianya ga usah ketinggian tapi lebih banyak yang bisa capai dan wujudkan?

Perempuan yang bahagia itu emang yang gimana?

IMHO...

Bahagialah perempuan yang menikah maupun tidak menikah, tapi tidak iri melihat temannya yang bebas belum menikah tidak ada ikatan, maupun yang berada dalam hangatnya hubungan berkeluarga.
Bahagialah perempuan yang mencintai anaknya, baik yang dilahirkannya secara normal, caesar, maupun yang lahirnya dari hatinya.
Bahagialah perempuan yang membesarkan dan merawat anaknya dengan penu
h cinta, baik yang asi ekslusif maupun sufor, kerja di luar rumah maupun full di rumah sehari-hari.
Bahagialah perempuan yang menyayangi dan disayangi suaminya, mau dibelikannya lipstik 50rb ataupun 500rb.
Bahagialah perempuan yang walaupun sepertinya hidupnya biasa-biasa saja, namun tetap mencintai hidupnya dan menjalaninya dengan santai, kadang menangis, lebih sering tertawa, sesekali marah, dan pada saat-saat tertentu penuh haru.
Bahagialah perempuan yang bersyukur.
Bahagialah perempuan yang bersyukur akan segala yang dimiliki maupun tidak dimilikinya.
Bahagialah perempuan yang bersyukur.

Dan kalau sudah berbahagia, bukankah bisa hidup dengan bahagia itu HEBAT? :)

0 comments